iran-minta-interpol-bantu-tangkap-trump-dan-47-pejabat-as-lainnya

Iran Minta Interpol Bantu Tangkap Trump dan 47 Pejabat AS Lainnya

Iran Minta Interpol Bantu Tangkap Trump dan 47 Pejabat AS Lainnya – Iran sudah meminta Interpol untuk menunjang menangkap Presiden Donald Trump dan 47 pejabat Amerika Serikat (AS) lainnya atas peran mereka didalam pembunuhan pada Jenderal Qassem Soleimani .

Iran Minta Interpol Bantu Tangkap Trump dan 47 Pejabat AS Lainnya

iran-minta-interpol-bantu-tangkap-trump-dan-47-pejabat-as-lainnya

biciusata.com – Jenderal Soleimani, komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, dibunuh Amerika dengan serangan pesawat nirawak di Baghdad, Irak, 3 Januari 2020 atau satu th. lalu.

“Permintaan untuk mengeluarkan ‘Red Notice’ bagi 48 orang yang judibolalive99 terlibat didalam pembunuhan Martir Soleimani, juga Presiden AS, komandan dan pejabat di Pentagon, dan pasukan di wilayah tersebut, diserahkan kepada Interpol,” kata juru berkata pengadilan Gholam Hossein Esmaeili didalam konferensi pers di Teheran pada hari Selasa (5/1/2021).

“Republik Islam Iran sangat sungguh-sungguh menindaklanjuti mengejar dan menghukum mereka yang memerintahkan dan mengeksekusi kejahatan ini,” ujarnya, seperti dikutip Russia Today.

Menurut Organisasi Polisi Kriminal Internasional (Interpol), “Red Notice” adalah permintaan kepada penegak hukum di seluruh dunia untuk mencari dan untuk saat menangkap seseorang yang menunggu ekstradisi, penyerahan, atau tindakan hukum serupa.”

Interpol mencatat bahwa “Red Notice” bukan surat perintah penangkapan.

Menteri Intelijen Iran Mahmoud Alavi juga berkata mengenai kasus berikut pada hari Selasa, dengan mengatakan bahwa Iran sudah mempersiapkan 1.000 halaman dokumen untuk dirujuk ke Pengadilan Kriminal Internasional untuk menyatakan bahwa terorisme negara sudah digunakan pada Jenderal Soleimani. Dia menjanjikan “balas dendam yang keras dan pada saat yang tepat”.

Agnes Callamard, pelapor tertentu PBB mengenai eksekusi di luar hukum dan sewenang-wenang, menggambarkan pembunuhan itu sebagai tindakan melanggar hukum dan “paku” di peti mati hukum internasional.

Iran sudah meminta pertolongan Interpol didalam menangkap Donald Trump dan 35 pejabat lainnya atas tuduhan pembunuhan dan terorisme pada Juni th. lalu. Namun, Interpol menolak permintaan tersebut, dengan alasan konstitusinya melarangnya lakukan intervensi atau kegiatan apa pun yang bersifat politik, militer, agama, atau ras.

Para pejabat senior Iran, juga Presiden Hassan Rouhani, sudah berulang kali berjanji untuk membalaskan kematian Jenderal Soleimani.

Donald Trump dapat meninggalkan jabatannya pada 20 Januari, dan Iran sudah menyatakan harapan bahwa akhir masa kepresidenannya barangkali berarti dia mampu dibawa ke pengadilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *