AS Gelar Pemungutan Suara Elektoral Resmikan Kemenangan Biden

AS Gelar Pemungutan Suara Elektoral Resmikan Kemenangan Biden – Pemungutan suara elektoral sebagai bagian dari proses pemilihan lazim Amerika Serikat terhadap awal November selanjutnya akan digelar hari ini, Senin (14/12). Pemungutan suara hari ini digelar untuk membuka kemenangan presiden dan wakil presiden terpilih, Joe Biden dan Kamala Harris.

AS Gelar Pemungutan Suara Elektoral Resmikan Kemenangan Biden

Pemungutan suara elektoral didasari dari hasil penghitungan suara yang udah disertifikasi oleh 50 negara bagian AS. Joe Biden dan Kamala Harris sukses meraup keseluruhan 81,3 juta suara popular atau 51,3 persen.

as-gelar-pemungutan-suara-elektoral-resmikan-kemenangan-biden

Sementara itu, sang petahana, Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden Mike Pence meraih 74,2 juta suara atau 46,8 persen.

Berdasarkan proses pemilu AS, presiden dan wapres tidak hanya ditentukan dari suara popular terbanyak. Berdasarkan konstitusi Negeri Paman Sam, penghuni Gedung Putih termasuk dipilih oleh hak pilih universal tidak langsung, di mana tiap-tiap negara bagian mengalokasikan pemilih elektoral berdasarkan kuantitas populasinya.

Negara bagian yang punya penduduk banyak akan punya bobot pemilih elektoral yang lebih banyak. Pemilih elektoral umumnya terdiri dari pejabat, aktivis politik lokal, atau tokoh di tiap-tiap negara bagian.

Sebagian besar pemilih elektoral tidak diketahui publik secara luas. Namun, tokoh-tokoh dan pejabat besar AS sering ditunjuk menjadi pemilih elektoral.

Namun, hal itu tidak pernah merubah hasil pemilu secara signifikan.

Biden dan Harris meraih 305 dari keseluruhan 538 suara elektoral. Sementara itu, Trump dan Pence meraih 232 suara.

Berdasarkan proses pemilu AS, kandidat presiden dan wapres membutuhkan sekurang-kurangnya 270 suara elektoral untuk memenangkan pemilu.

Dilansir AFP, sesudah proses pemilihan elektoral berlangsung, Biden dijadwalkan mengemukakan pidato terhadap Senin malam sementara AS untuk merayakan peresmian kemenangannya.

Di sisi lain, Presiden Trump masih berkeras berasumsi pemilu awal November selanjutnya curang dan enggan mengakui kekalahannya.

Trump lagi berkicau di Twitter bersama dengan mengatakan bahwa, “PEMILU TAHUN INI PALING KORUP DALAM SEJARAH AS!”

“Bagaimana negara bagian dan politikus membuka pemilu yang korup yang udah banyak penyimpangan yang terlihat?” kata Trump.

Faktanya, Trump bersama dengan tim kuasa hukumnya sampai kini belum sukses menunjukkan klaim kecurangan pemilu di meja hijau.

Mahkamah Agung AS apalagi secara blak-blakan menolak perhitungkan dua gugatan pemilu yang dilayangkan Partai Republik dan Trump.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *